Riza’s Crib

Webometrics dan Kampus-kampus ku

October 1, 2007 · 1 Comment

//www.webometrics.info/

Picture taken from http://www.webometrics.info/

Karena lagi demam menggali methodology-methodology perangkingan universitas-universitas di dunia (biarin deh Basbang.. Hehehe), selanjutnya terinspirasi dari hasil blogwalking ke blognya Mas Romi. Di sana beliau menjelaskan bagaimana teknik perangkingan universitas oleh Webometrics secara gamblang dan simple hingga mudah untuk dimengerti. Keunikan methodology perangkingan universitas oleh Webometrics membuka peluang bagi universitas-universitas yang tidak tersangkut di ajang perangkingan lain, untuk unjuk gigi di level internasional. Simple-nya siy Webometrics melihat bagaimana universitas-universitas di dunia bisa nampak oleh mesin pencari di internet. Untuk jelasnya silakan main ke Blognya Mas Romi dan baca penjelasan yang diberikan beliau.

Dimulai dengan universitas tempat saya meraih gelar sarjana. Universitas tersebut mendapatkan posisi 939 dunia. Untuk level Asia tidak begitu mengecewakan, universitas tersebut berhasil menempati peringkat 95. Bagaimana untuk level regional Asia tenggara? Ternyata hanya meraih peringkat 12. Secara fantastis universitas-universitas dari Thailand menempati peringkat 3 -11 dibawah 2 universitas dari Singapore.

Lalu selanjutnya saya mencari universitas tempat saya menuntut ilmu tingkat magister. Universitas tersebut hanya menempati peringkat 1747 dunia. Jangan tanya untuk peringkat Eropa. Melihat posisinya jauh dibawah universitas saya sebelumnya, membuat saya kesulitan untuk menghitung di posisi mana dia untuk level lainnya. Terakhir untuk universitas tempat saya belajar saat ini. Universitas tersebut lebih jauh lagi, hanya menempati peringkat 2766. Untuk level Asia tentu juga kalah jauh dengan universitas saya yang pertama. Jadi sekali lagi saya tidak mampu untuk mencari peringkatnya untuk level Asia.

Apakah kesimpulan yang harus kita tarik dalam perangkingan ini? Perangkingan ini memperlihatkan bagaimana aktifnya universitas-universitas di dunia untuk “nampak” di dalam dunia maya. Tentu teknik perangkingan ini tidak mewakili secara langsung kualitas belajar mengajar, fasilitas, dan mahasiswa universitas-universitas tersebut. Tetapi teknik perangkingan ini tentu berefek baik dengan mendorong universitas-universitas yang belum masuk untuk lebih membuka diri di dunia internet, dengan menambah kualitas visibility dan size website mereka, serta menambah jumlah publikasi akademik yang di-share untuk umum melalui website mereka dan website lainnya.

Categories: Education

1 response so far ↓

  • Mashuri // October 12, 2007 at 12:12 am | Reply

    sampai saat ini, masih banyak univ (tu univ di Indonesia) masih berkutat pada kualitas tampilan/size web, pada saat berbicara tentang publikasi (internasional) maka kita agak kedodoran…..

    Riza: Setuju pak Dokter.. Memang untuk publikasi ilmiah secara internasional, universitas-universitas di Indonesia masih ketinggalan dari negara2 tetangga seperti Singapore, Malaysia dan Thailand.. Hal ini terjadi ditenggarai karena jumlah publikasi yang juga minim, dan kembali ke dana riset yang minim.. Yang paling realistis untuk dilakukan sekarang adalah mendorong ilmu-ilmu sosial (yang dana risetnya relatif lebih kecil di bandingkan dengan riset-riset di ilmu natural) untuk banyak melakukan riset dan mempublikasikannya secara internasional dan secara bertahap juga mendorong riset dibidang ilmu natural..

Leave a Comment