Feed on
Posts
Comments

This post is coming from my old blog, which soon will be already closed.

Arriving in a new country for Indonesian students were not easy. Beside they have to face with culture shock, they also have to do several things that important. I hope somebody can get a good remedy from this writing. Now, let’s start.

Continue Reading »

Entry ini adalah pindahan dari Blog saya yang lama yang akan segera sudah ditutup.. Walaupun posting ini juga ada di blog lain (tanpa seizin saya hingga saat ini, tetapi saya mah ikhlas2 saja Hehehehe..), saya tetap memasukkannya di blog ini.

Untuk Post ini saya akan berbagi pengalaman saya membuat SIM di Rep. of Korea. Apa yang saya akan jabarkan hanya khusus untuk warga Indonesia yang bermukim di Korea (bukan tourist). Untuk warga Indonesia (negara lain boleh di cek disini) yang ingin memiliki Korean driving license, sangat dimudahkan dengan tanpa harus menjalani test ulang selama orang tersebut sudah memiliki SIM Indonesia, kecuali aptitude test. untuk tahap-tahapannya akan saya jabarkan dibawah ini:
Continue Reading »

Kandidat Master

Seperti judul diatas, Ami, salah satu mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S2 di universitas kami, baru dikabarkan mencapai posisi master candidate. Berita tersebut disampaikan oleh Professor kami saat diperjalanan menuju salah satu restoran di Masan yang bernuansa Papua (Irian Jaya) untuk makan siang bersama, dua hari yang lalu. Didalam mobil yang dikemudikan oleh beliau yang di isi oleh saya, Ami dan Dita, Professor saya menyampaikan bahwa Ami telah lulus seluruhnya dari ketiga subjek yang di ujikan di comprehensive qualification examination.

Berita bahagia ini diterima setelah 2 minggu yang lalu Ami menempuh ujian kualifikasi komprehensif. Memang begitulah sistem pendidikan graduate dan postgraduate di Korea, dimana setiap mahasiswa master dan doktor di hadapkan pada comprehensive qualification exam pada semester terakhir dimana mereka mengambil kelas. Sistem seperti ini hampir sama di seluruh universitas-universitas di Korea baik negeri maupun swasta.

Continue Reading »

Karena lagi demam menggali methodology-methodology perangkingan universitas-universitas di dunia (biarin deh Basbang.. Hehehe), selanjutnya terinspirasi dari hasil blogwalking ke blognya Mas Romi. Di sana beliau menjelaskan bagaimana teknik perangkingan universitas oleh Webometrics secara gamblang dan simple hingga mudah untuk dimengerti. Keunikan methodology perangkingan universitas oleh Webometrics membuka peluang bagi universitas-universitas yang tidak tersangkut di ajang perangkingan lain, untuk unjuk gigi di level internasional. Simple-nya siy Webometrics melihat bagaimana universitas-universitas di dunia bisa nampak oleh mesin pencari di internet. Untuk jelasnya silakan main ke Blognya Mas Romi dan baca penjelasan yang diberikan beliau.

Continue Reading »

Masih teringat di benak kita bagaimana kehidupan bernegara pada zaman orde baru. Pada masa tersebut, free speech masih dianggap sebagai sesuatu yang tidak riil. Sudah banyak dari saudara-saudara kita yang mengkritik pemerintah mendapatkan reaksi yang sangat keras dan atau dianggap angin lalu saja oleh para penguasa di masa tersebut. Soeharto dalam masa pemerintahannya selama 32 tahun, cukup kuat menancapkan perilaku tersebut kepada para pemimpin lain di orde baru dan beberapa gelintir dari saudara-saudara kita. Maka tidak heran apabila ada segelintir pemimpin di zaman reformasi ini, baik tingkat tinggi hingga tingkat rendah, yang masih bereaksi keras dan atau tidak mengindahkan kritik yang disampaikan oleh rakyatnya.

Continue Reading »

My Professor is looking for 2-3 Indonesian students to study as Master students in his research group.

The research group based in Department of Economics and Commerce, Kyungnam University at Masan, Rep. of Korea

The research group focuses on Quality and Operational Management.

Continue Reading »

Pada salah satu artikelnya pada bulan Juli 2007, Kompas membahas bagaimana banyak negara-negara maju memperebutkan mahasiswa internasional. Sebenarnya apakah yang menarik para mahasiswa untuk belajar di luar negeri? Biasanya mereka menjawab kualitas..!! Ya, mereka menginginkan kualitas yang lebih baik, bahkan kalau bisa yang terbaik di bidangnya. Lalu bagaimana para mahasiswa tersebut mengetahui kualitas sebuah universitas? Salah satu tempat yang bisa didatangi oleh para mahasiswa tersebut yaitu “Rangking Universitas”..!! Apapun dan bagaimanapun diskusi dan argumentasinya, toh nyata-nyatanya Rangking Universitas ini masih terpakai juga.. Hehehehe… Tidak heran dikala saya nongkrong di “Kantin Bonbin UGM”, saya melihat banyak mahasiswa asing bertebaran di Fakultas Ilmu Budaya (Sastra). Selain memiliki koneksi internasional, di bidang Ilmu Budaya dan Humaniora, UGM menempati peringkat 70 dunia berdasarkan riset majalah Times pada tahun 2006.

Continue Reading »

Tulisan ini sebetulnya terinspirasi dari posting saya di milis untuk pelajar Indonesia di Korea, saya memberi info tentang peringkat universitas-universitas di dunia untuk tahun 2007 berdasarkan ARWU. Biasanya posting mengenai info peringkat universitas seperti ini di tanggapi secara meriah dan positif. Tetapi lain yang saya alami, respon yang saya dapat cenderung mengambil sisi lain tentang kegiatan pemeringkatan universitas-universitas di dunia ini. Respon tersebut adalah:

Who Ranks the University Rankers?
… Einstein might have appreciated the irony. A sign in his office
at Princeton reportedly read: “Not everything that counts can be
counted, and not everything that can be counted counts.”.

Continue Reading »